COREMAP II – Andre Hehanussa Luncurkan Album Kompilasi Terumbu Karang

melalui ajang lomba cipta lagu terumbu karang yang telah diadakan pada penghujung tahun 2008, COREMAP II (coral reef rehabilitation and management program phase ii) telah memperoleh 10 judul lagu yang dikompilasi dalam sebuah album.

menggandeng musisi Andre hehanusa dan tim, album kompilasi tersebut digarap dan pada acara pameran di JCC tanggal 28 Maret 2009, album yang bertajuk IT’S UMBU TIME tersebut resmi diluncurkan.

album ini, merupakan salah satu upaya sosialisasi guna menggugah kesadaran masyarakat dalam konservasi terumbu karang.

Berikut petikan press conference:

Peduli kelestarian lingkungan khususnya ekosistem laut, Andre Hehanussa pun meluncurkan album TERUMBU KARANG. Baginya, album ini sebagai public awareness sebagai ajang kampanye konferensi laut. Ia juga berharap Departemen Kelautan bisa lebih berkonsentrasi melestarikan terumbu karang karena ada kehidupan juga di sana.

“Saya sebagai Duta Kelautan, khususnya karang, ingin menyampaikan product knowledge ini kepada masyarakat, khususnya pada para pencipta lagu untuk bisa mengarahkan, menarik simpati, dan care terhadap alam,” tutur Andre kala launching album di JHCC, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3).

Di album ini, bukan semua ciptaan Andre sendiri. Melalui Lomba Cipta Lagu Terumbu Karang, didapat beberapa lagu yang akhirnya ditambah oleh pelantun Aku Masih Cinta ini bersama penyanyi lainnya.

“Untuk lagu di album ini, satu sampai lima itu dilombakan. Dari 200 penciptanya, yang kami pilih 10 untuk masuk ke dalam kategori yang bisa di-publish. Sementara sisanya saya dan teman-teman pencipta lagu lainnya, seperti Dewi Gita, untuk menarik perhatian publik,” kata kelahiran 24 Juli 1974 ini.

Ia berharap, semoga lagu-lagu tersebut bisa menjadi inspirasi bagi para perusak terumbu karang agar berhenti merusak laut. Jika ada perusahaan yang membuang limbah ke pantai, mereka diharapkan bisa menyelamatkan lokasi anak pantai tersebut.

Bicara soal laut, ketertarikan Andre dengan laut memang beralasan. Sejak kecil musisi kelahiran Makassar ini memang hidup dekat dengan pantai Losari. Itulah mengapa ia suka bergaul dengan laut dan mengagumi ekosistem tanah air yang sudah diakui di seluruh dunia.

“Di dunia internasional, laut Indonesia itu dianggap sebagai ekosistem laut terbesar. Nah, langkah salahnya kita jika dunia mengakui sebagai ekosistem terindah, tapi kita sendiri tak sadar. Akhirnya datang ke sini orang asing dan akhirnya kita menjadi budak di negeri sendiri,” terangnya. (kpl/buj/boo) + SJI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s