E-KKP3K – SUPLEMEN 8: Panduan Monitoring Biofisik (Sumberdaya Kawasan) Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Cover Suplemen 8

unduh: 08 Suplemen Biofisik (sumberdaya kawasan)

SUPLEMEN 8: Panduan Monitoring Biofisik (Sumberdaya Kawasan) Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Upaya pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil
(KKP3K) secara efektif dan berkelanjutan telah ditetapkan sebagai bagian dari 2 (dua)
target strategis nasional. Pertama, konservasi berkelanjutan ditetapkan menjadi salah satu
indikator kinerja utama pembangunan Kementerian Kelautan dan Perikanan (IKU KKP).
Kedua, konservasi berkelanjutan dijadikan sebagai prioritas capaian dalam Millennium
Development Goals (MDGs) dalam rangka mendukung pembangunan berkeadilan seperti
yang dituangkan dalam Instruksi Presiden 03/2010 tentang pembangunan berkeadilan.
Indikator pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan diartikan sebagai
pengelolaaan yang memperhatikan kaidah-kaidah pemanfaatan dan pengelolaan untuk
menjamin ketersediaan dan kesinambungan dengan tetap memelihara dan meningkatkan
kualitas nilai dan keanekaragaman sumberdaya yang ada. Untuk mengukur pengelolaan
berkelanjutan, ditetapkan standar indikator berdasarkan capaian pengelolaan kawasan
konservasi. Parameter yang digunakan adalah SK Pencadangan; Lembaga Pengelola;
Rencana Pengelolaan; Penguatan Kelembagaan (Kemitraan, Jejaring & SDM); Upaya
Pengelolaan; Infrastruktur dan Sarana Pengelolaan. Efektivitas pengelolaan dibagi
dalam 5 tingkat berdasarkan parameter di atas berupa: tingkat 1 (merah), telah memiliki
SK Pencadangan; tingkat 2 (kuning), tingkat 1 + lembaga pengelola terbentuk, rencana
pengelolaan tersedia; tingkat 3 (hijau), tingkat 2 + penguatan kelembagaan, infrastruktur
dan upaya-upaya pokok pengelolaan; tingkat 4 (biru), tingkat 3 + pengelolaan kawasan
konservasi telah berjalan baik; tingkat 5 (emas), tingkat 4 + mekanisme pendanaan
berkelanjutan terbentuk (SK, kontribusi dari lembaga non Pemerintah).
Pedoman Evaluasi Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir
dan Pulau-Pulau Kecil (E-KKP3K) disusun sebagai panduan dalam rangka mengevaluasi
efektivitas pengelolaan berkelanjutan kawasan konservasi di masing-masing lokasi
dengan menggunakan indikator-indikator pengelolaan yang telah ditetapkan. Pedoman
E-KKP3K merupakan pedoman baku yang masih bersifat umum, oleh karena itu buku ini
diperlukan sebagai pedoman pelengkap (suplemen) untuk memberikan arahan dalam
mengukur kinerja pengelolaan kawasan.

1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya pedoman pelengkap (suplemen) monitoring biofisik (sumberdaya
kawasan) ini untuk memberikan penjelasan dan panduan yang lebih rinci dalam mengukur
dan mengevaluasi capaian pengelolaan dari sudut pandang aspek biofisik di suatu kawasan
konservasi seperti yang tercantum pada PerMen KP Nomor PER. 17/MEN/2008 tentang
Kawasan Konservasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, PerMen KP Nomor PER.02/
MEN/2009 tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan serta PerMen KP
Nomor PER.30/MEN/2010 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi
Perairan.
Adapun tujuan pedoman monitoring biofisik sendiri adalah sebagai berikut:
(1) Memberikan penjelasan dan panduan yang lebih rinci pedoman E-KKP3K kepada
pengelola kawasan terkait kriteria nomor 2 (kriteria identifikasi & inventarisasi calon
kawasan, pertanyaan nomor M3), kriteria nomor 5 (rencana pengelolaan dan zonasi,
pertanyaan nomor K14), kriteria nomor 10 (pelaksanaan rencana pengelolaan dan
zonasi, pertanyaan nomor H34) dan kriteria nomor 14 (pengelolaan sumberdaya
kawasan, pertanyaan level biru nomor B57-B60);
(2) Menyediakan perangkat yang bisa digunakan oleh pengelola kawasan serta
pemangku kepentingan terkait di tingkat daerah maupun nasional dalam
merencanakan dan melakukan proses identifikasi serta pemantauan aspek biofisik
di suatu kawasan dalam rangka mendukung pengelolaan kawasan kawasan
konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang efektif dan berkelanjutan.
1.3 Ruang Lingkup
Pedoman teknis ini mencakup metodologi standard dan yang umum digunakan
dalam melaksanakan pemantauan kondisi biofisik yang terbagi kedalam kategori habitat
sumberdaya ikan, kualitas perairan, ikan (fin-fish), non-ikan, dan produksi perikanan.
Mengingat banyaknya jenis-jenis sumberdaya kawasan yang mungkin ada di dalam
sebuah KKP3K, maka panduan ini hanya menyajikan metodologi untuk jenis sumberdaya
kawasan yang umum ditemukan. Metode/tata cara yang dimuat dalam panduan ini pada
prinsipnya hanya sebagai acuan. Penggunaan metode lain dimungkinkan selama bisa
dipertanggungjawabkan. Untuk panduan teknis pemantauan jenis-jenis sumberdaya kawasan lainnya, kami sarankan untuk berpedoman kepada panduan lain yang sudah umum dan diakui keabsahannya.

Pengelompokan metodologi pemantuan kondisi biofisik untuk masing-masing kategori disajikan pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Ruang lingkup metodologi yang disajikan dalam panduan teknis

lingkup metode biofisik

SUPLEMEN 8: Panduan Monitoring Biofisik (Sumberdaya Kawasan) Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, selengkapnya sebagai berikut: 08 Suplemen Biofisik (sumberdaya kawasan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s