Bantuan Kelautan untuk Rajaampat, Penghargaan Konservasi, dan Jenis Baru Cirrhilabrus marinda, warnai HUT Ke-12 Raja Ampat (CoPas Media)

Menteri Susi Janji Salurkan Bantuan 100 M untuk Raja Ampat

Raja Ampat Pos,Waisai – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP,)Susi Pudjiastuti menjanjikan bantuan Seratus Miliar Rupiah untuk Kabupaten Raja Ampat. Bantuan tersebut merupakan salah satu dari sepuluh (10) daerah terluar yang akan menerima bantuan sebesar seratus miliar (100 M) pada tahun 2016 nanti.

Pada momen perayaan HUT Raja Ampat yang ke 12, Sabtu (09/05) di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Susi Pudjiastuti dihadapan kelompok nelayan Raja Ampat menyampaikan 4 penting kepada pemerintah, masyarakat serta stakeholder agar selalu menjaga laut dan ekosistemnya.

Menteri susi secara tegas menyampaikan  beberapa hal penting tentang konsep pembangunan di bidang perikanan dan kelautan yang dapat menunjang Pariwisata.

Didampingi Bupati, Drs. Marcus Wanma, M.Si dan Wakil Bupati, Drs. Inda Arfan, M.Ec.Dev. dalam pertemuan singkat dengan nelayan Raja Ampat di sela-sela perayaan HUT kabupaten R4 sabtu kemarin, menteri Susi berjanji akan memasukan Raja Ampat sebagai salah satu dari sepuluh (10) daerah terluar yang akan menerima bantuan sebesar seratus miliar (100 M) pada tahun 2016 nanti.

“Saya ingin Raja Ampat menjadi Kota Perikanan dan juga Pariwisata yangIntegrated (terpadu,red). Saya juga ingin pengembangan sektor Perikanan dan Kelautan dan tidak merusak alam laut Raja Ampat,” tegas menteri Susi.

Untuk mendapat bantuan tersebut, menteri Susi menjelaskan bahwa hal pertama yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah, bagaimana menjaga hutan Bakau. Pemerintah Raja Ampat harus komitmen terhadap perkembangan hutan bakau (mangrove) agar tidak ditebang dan dikurangi wilayahnya. Menurutnya Bakau merupakan Green Belt dan Safety Beltnya ekosistem pesisir. Apabila Green Beltnya habis maka laut akan kotor dan ikan akan pergi.

“Pemerintah dan masyarakat tidak boleh menebang bakau atau mengurangi wilayah bakau, pemerintah juga harus serius mensosialisasikan tentang penyelesaian masalah sampah plastik yang masih banyak ditemui di Pantai, dan semua  LSM yang beroperasi di Raja Ampat harus punya program sosialisasi penyelesaian solusi untuk sampah plastik,” pesan menteri Susi.”

Hal kedua, lanjut Susi, pemerintah harus menertibkan sepuluh alat tangkap perikanan yang tidak ramah lingkungan yaitu, troll, potash dan bom sesuai peraturan menteri tahun 2009. Mengenai peraturan tersebut menteri Susi berharap kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat untuk mensosialisasikan kepada nelayan Raja Ampat.

Hal ketiga, pengawasan terhadap biota laut yaitu pengambilan Lobster bertelor dan Kepiting bertelor yang dapat merusak masa depan biota tersebut.

Sedangkan ke-empat adalah bagaimana kita menghargai lingkungan dan menjaganya.  “Ilegal Fishing yang dilakukan oleh kapal Vietnam beberapa waku lalu merupakan bentuk pengrusakan lingkungan, karena itu nelayan sebagai pelaku utama di sektor perikanan dan kelautan harus ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar dari keberadaan kapal-kapal luar yang masuk dan mencuri ikan serta merusak ekosistem laut Raja Ampat,” tandasnya sembari menegaskan bila keempat komitmen ini dijalankan maka tahun depan Raja Ampat akan dimasukkan sebagai salah satu dari 10 daerah terluar yang akan menerima bantuan sebesar 100 Miliar rupiah.(***)

http://www.rajaampatpos.net/menteri-susi-janji-salurkan-bantuan-100-m-untuk-raja-ampat-2/#

HUT Kabupaten Raja Ampat ke-12 Peneliti Dunia Berikan Nama Ikan Jenis Baru

Raja Ampat Pos, Waisai – Peneliti ikan dunia dari Belanda, Gerald R Allen memberikan nama ikan jenis baru di perairan Kepulauan Raja Ampat, yang diberi nama Cirrhilabrus Marinda.

Pemberian nama ikan tersebut, bertepatan saat perayaan HUT Kabupaten Raja Ampat ke-12. Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti yang hadir saat pemberian nama ikan jenis baru tersebut sangat antusias, karena penemuan jenis ikan baru tersebut memakan waktu 6 tahun.

Pada kesempatan itu, Menteri Susi Pudjiastuti memberikan penghargaan kepada 3 tokoh yang berperan bagi Kabupaten Raja Ampat, yakni Mark V Erdmann ahli geologi laut, Gerald R. Allen ahli ikan dunia dan mantan Menteri Perikanan RI, Ferry Numberi. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti peresmian kantor UPTD BLUD dan KKLD oleh Menteri Susi Pudjiastuti.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan peluncuran buku ‘Derap Langkah Marinda’ dan penayangan film ‘Derap Langkah Marinda Membangun Raja Ampat’. Film yang berdurasi 20 menit ini menelan anggaran sebesar, 450 juta rupiah. Dimana, film tersebut digarap oleh sutradara dari Jakarta, yakni manajemen Karin Nugroho.

Perlu diketahui, kedatangan Menteri Susi disambut dengan prosesi penjemputan adat dan diiringi dengan musik khas Papua, Suling Tambur. Dengan arak-arakan suling tambur, Menteri Susi diantar menuju pusat perayaan HUT Kabupaten Raja Ampat di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (9/5). (***)

http://www.rajaampatpos.net/hut-kabupaten-raja-ampat-ke-12-peneliti-dunia-berikan-nama-ikan-jenis-baru/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s