Copas Media: DAMPAK PERUBAHAN IKLIM, Perlindungan Pesisir Belum Sistematis

Harian Kompas

SAINS > LINGKUNGAN > PERLINDUNGAN PESISIR BELUM SISTEMATIS

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM
Perlindungan Pesisir Belum Sistematis
2 April 2016

JAKARTA, KOMPAS — Kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir telah berlangsung puluhan tahun. Namun, perlindungan wilayah pesisir dari dampak buruk abrasi, intrusi air laut, dan genangan (rob) belum tuntas ditangani.

Di pesisir pantai utara (pantura) Pulau Jawa, misalnya, hingga kini belum ada upaya sistematis untuk menyelamatkan kawasan dengan kerusakan parah itu. “Ketahanan pesisir pun terus menurun dari berbagai dampak perubahan iklim,” kata Dedi Supriadi Adhuri, peneliti senior pada Kelompok Studi Maritim Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat (1/4), di Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah peneliti asing memublikasikan pemodelan dampak penghangatan atmosfer dan mencairnya es di Antartika, Rabu. Tahun 2100, kenaikan muka laut global diprediksi di atas 1 meter (Kompas, 1/4).

Meskipun hasil pemodelan itu diperdebatkan, kenaikan muka laut sudah dan sedang terjadi. Dunia sepakat perlu upaya mitigasi serta adaptasi serius mengatasi perubahan iklim.

Tahun 2012-2013, Dedi bersama Pusat Penelitian Oseanografi LIPI meneliti upaya adaptasi perubahan iklim di pesisir Probolinggo, Jawa Timur. Sebagian warga di Kampung Sungai Buntu, sejak 1970, dipindahkan ke lokasi lain karena kampung mereka tenggelam.

Di Semarang, Jawa Tengah, warga pesisir secara swadaya, dibantu lembaga swadaya masyarakat, membangun tanggul atau sabuk pantai dari ban bekas truk. Di belakang tumpukan ban berisi lumpur dan batu itu ditanami mangrove untuk memperkokoh konstruksi. “Adaptasi masyarakat itu sebenarnya relatif murah dan mudah diduplikasi,” kata Dedi.

Menurut Rido Miduk Sugandi Batubara, Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kompleksitas pesisir beradu dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang umumnya belum berkelanjutan. Ini menambah kerentanan pesisir yang berdampak pada manusia.

Saat ini, pihaknya berkonsentrasi di wilayah pantura Jawa, jalur lalu lintas transportasi, serta konsentrasi penduduk yang tinggi. Data KKP menunjukkan, sekitar 6.500 hektar wilayah pantura Jawa terkena abrasi, terparah di Brebes, Jateng.

Di Demak, Jateng, garis pantai mundur 900-1.400 meter pada 2003-2013. Sejak tahun itu, pihaknya menggunakan teknis geotekstil membentengi pantai bersubstrat pasir dan teknik struktur hibrida untuk pantai bersubstrat lumpur.

Teknik menjebak sedimen itu untuk membentuk daratan dan ditanami mangrove atau tanaman cemara laut/cemara udang. “Tanaman mangrove yang dulu hilang dikembalikan lagi,” kata Hendra Yusran Sirry, Kepala Subdirektorat Mitigasi Kerusakan Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim KKP. Teknik struktur hibrida yang mendapat penghargaan De Vernufteling dari NLingenieurs itu diterapkan di pesisir utara Jawa.

Menurut Wakil Ketua Kelompok Kerja I Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Edvin Aldrian, kenaikan tinggi muka laut memang patut mendapat perhatian.

Berdasarkan Laporan Mapping Choices “Carbon, Climate, and Rising Seas: Our Global Legacy”, yang diterbitkan Climate Central tahun 2015, kata Edvin, jika suhu global naik 2 derajat celsius, kenaikan muka laut 4,7 meter dan akan mengancam 280 juta orang karena tempat tinggalnya di bawah paras muka laut. Di Indonesia, jika suhu global naik 2 derajat celsius, 16 juta penduduk akan terdampak.

(ICH/JOG)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 April 2016, di halaman 1 dengan judul “Perlindungan Pesisir Belum Sistematis”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s